OUR PARTNER

Desa Kalidesel Terus Maju Menuju Desa Konservasi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 22 November 2012 00:00
tafrihan dan petani tanam pohon
Salah satu desa yang masuk dalam kawasan Dieng adalah Desa kalidesel Kecamatan Watumalang, desa ini terletak di kaki gunung Bisma,desa ini merupakan desa terpencil dan hampir semua penduduknya bermata pencaharian sebagai petani/ pekebun, pada awalnya pola bertani masyarakat kalidesel sebetulnya masih agak memikirkan kaidah konservasi akan tetapi seiring berjalannya waktu akhirnya mulai ketularan dengan pola petani lain dari desa lain dan menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan, 

Mulai tahun 2010 Program Pemulihan Dieng bergerak untuk masuk desa Kalidesel dan mendapat sambutan yang positif dari segenap warga khususnya kelompok tani, beberapa hal yang dulunya masih asing sekarang sudah terbiasa bagi mereka seperti misalnya didatangi tamu - tamud ari kelompok tani lain, didatangi tamu besar dari kementrian kehutanan dan lain -lain, jarak yang sangat jauh dari ibu kota kabupaten juga tidak menjadi halangan bagi anggota kelompok tani ketika diundang untuk pelatihan dan rapat -rapat koordinasi bersama TKKPD.

Fahmi Hidayat, Sekretaris TKPD pada tahun 2012 ini melakukan jelajah di desa Kalidesel ini,seharian penuh mencari informasi terkait dengan berbagai program yang ada didesa tersebut dan yang terakhir melakukan temu wicara dengan masyarakat desa, banyak hal menarik didesa ini begitu komentar fahmi, salah satunya adalah keseriusan dalam menjalankan program Konservasi dan suatu saat nanti Desa kalidesel akan dapat menjadi percontohan desa Model Konservasi apabila, semua kegiatan terus dipelihara dan ditularkan kepada anggota masyarakat yang lain.

Salah satu Oleh-oleh dari fahmi adalah hasil evaluasi kegiatan Rehabilitasi dan konservasi lahan di desa kalidesel yang terkait Program Pemulihan Dieng : 
•Kegiatan SCBFWM tahun 2010 :
Kelompok Tani Mega Jaya Desa Kalidesel
-Bibit Kayu Jabon 2000 bibit, 50 % hidup ketinggian 5 sd 6 m
-Bibit Albasia 2500 bibit, 70 % hidup ketinggian 10 m
-Bibit Cemara 2000 bibit, 80% hidup ketinggian 5 m
-Ternak sapi 2 ekor sekarang telah menjadi 5 ekor 
Kelompok Tani Sido Mulyo Dusun Jawera Desa Kalidesel
-Bibit Albasia 2000 bt, 80% hidup ketinggian 4 s/d 7 m
-Bibit Cemara 2000 bt, 80% hidup ketinggian 3 sd 4 m
-Ternak domba 10 sekor sekarang menjadi 21 ekor

•Kegiatan  SCBFWM tahun 2011
Kelompok Tani Mega Jaya Dusun Lamuk Desa Kalidesel
-Bibit jenitri 3000 bt, 90 % hidup tinggi 2 m
-Bibit albasi 2000 bt, 80% hidup tinggi 2 m
-Ternak sapi 1 ekor sekarang telah menjadi 2 ekor
Kelompok Tani Sido Mulyo Dusun Jawera Desa Kalidesel
-Bibit Akasia 1500 bt, 80% hidup ketinggian 2 sd 3 m
-Bibit Cemara Gunung 2500 bt, 80% hidup ketinggian 1,5 sd 2 m
-Mesin Penggilingan jagung sudah diopersionalkan

•Kegiatan  SCBFWM tahun 2012
Kelompok Tani Mega Jaya Dusun Lamuk Desa Kalidesel
-Bibit jenitri 2000 bt sudah ditanam
-Bibit Albasia 2500 bt sudah ditanam 
-Bibit Kopi 2000 bt 
Kelompok Tani Sido Mulyo Dusun Jawera Desa Kalidesel
-Sumur resapan 2 unit
-Modal simpin 8 juta sekarang sudah menjadi 11 juta
-Bibit Albasia 2500 bt
-Bibit Jenitri 2500 bt
 
kegiatan lain yang dilakukan di desa Kalidesel adalah upaya mengurangi ketergantungan petani pada lahan dan yang diminati oleh warga desa adalah sektor peternakan yang didesa ini terus berkembang dan ikut menyumbang masukan ekonomi bagi kelompok tani dan warga desa. 

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 05 Februari 2013 14:15 )
 
Saya Ingin Dieng Terkenal Ke Seluruh Dunia PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 12 November 2012 00:00
tafrihan dan diklingbud
Itulah yang disampaikan oleh salah satu siswa kelas IV SD Maa'rif Tieng, tempat dilakukannya trial bahan ajar pendidikan lingkungan,pada kegiatan tersebut juga sekaligus dilaksanakan TOR ( training of trainer ) bahan ajar Pendidikan Lingkungan dan Budaya kawasan Dieng,

Semua Tim Kurikulum diklingbud Kabupaten Wonosobo secara antusias mengikuti kegiatan tersebut, termasuk didalamnya adalah semua dewan guru SD Ma'arif Tieng.

SD Ma'arif Tieng dipilih untuk menjadi lokasi kegiatan tentunya dengan alasan yang sangat kuat mengingat didesa ini hampir setiap tahun terjadi bencana longsor, anak-anak usia SD di Desa ini juga sudah sangat akrab dengan cerita dari orang tua mereka tentang bencana longsor.

Salah satu agenda dari TOR adalah mencoba secara langsung apa yang sudah disusun oleh Tim Kurikulum ini dan ternyata dengan model pembelajaran dengan menggunakan audio visual dan materi yang dekat dengan keseharian anak -anak didik semua materi yang disampaikan oleh salah stu anggota tim dapat diterima dengan sangat baik oleh siswa didik.

Selain mengintegrasikan pendidikan lingkungan ini dengan mapel lain, guru juga dituntut lebih kreatif dalam penyampaiannya termasuk didalamnya mau memanfaatkan media pembelajaran yang mudah dan dekat dengan keseharian anak, dengan sentuhan kreatifitas dan penjelasan nantinya anak akan lebih mudah memahami, begitu yang disampaikan oleh bambang wen anggota tim kurikulum pada saat evaluasi.

Modelnya dirubah ujar faizi, ketua Tim Kurikulum diklingbud ini, menyesuaikan dengan kurikulum baru 2013 nantinya dimana siswa diarahkan untuk lebih banyak mencari tahu , ini beda dengan dulu dimana siswa umumnya lebih banyak diberitahu.

Model pembelajaran yang diujicobakan di desa Tieng ini memang terkesan lain dari biasanya, dimana siswa dilatih juga dengan membentuk kelompok dan dilatih bermimpi dan hal yang cukup membuat tim kurikulum ini kaget adalah ternyata mimpi anak anak terhadap kawasan dieng ini sudah cukup bagus, ada yang bermimpi dieng akan menjadi ijo royo-royo, ada yang bermimpi nantinya dieng akan dipenuhi dengan pohon-pohon besar, dan ada juga yang bermimpi dieng akan terkenal diseluruh dunia.
Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 05 Februari 2013 13:46 )
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Login Form