Pendidikan Lingkungan Wajib Dilaksanakan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 04 Januari 2012 14:40
Kesepakatan tersebut tersebut merupakan hasil diskusi tematik yang cukup panjang dan sudah dilakukan empat kali, peserta diskusi tematik tersebut difasilitasi TKPD dengan melibatkan Dewan Pendidikan, Praktisi Budaya, unsur pendidikan dan LSM,

Kegiatan yang difasilitasi dari kegiatan RKL tahun 2011 ini semakin mengerucut pada kesepahaman bersama bahwa pendidikan lingkungan sudah tidak dapat ditawar Wajib Dilaksanakan oleh Dinas pendidikan oleh dikpora Kabupaten Wonosobo dan lebih khusus lagu 4 kecamatan yang masuk dalam kawasan Dieng.

Hari ini pelaksanaan kegiatan yang ke Empat kalinya dan dilaksanakan dengan memilih tempat di Laboratorium SMP I Mojotengah, dengan alasan SMP I Mojotengah merupakan sekolah yang selama 2 tahun berturut - turut mendapat penghargaan adiwiyata ,karena sekolah ini sudah menerapkan pendidikan lingkungan untuk semua siswa.

Dwi Yama yang membuka acara diskusi tematik dengan unsur pendidikan ini, menyampaikan ada kewajiban dari kita semua untuk membantu pemulihan Dieng ,apalagi kalau melihat kondisi, data dan realita saat ini ,secara gamblang akan mengancam kehidupan bagi generasi mendatang, Pendidikan lingkungan merupakan salah satu cara membuka kesadaran bersama akan pentingnya kepedulian lingkungan khususnya kawasan Dieng yang harus diselamatkan.

Fahmi Hidayat sekretaris TKPD  yang ikut aktif dalam diskusi tematik kurikulum pendidikan lingkungan ini menyampaikan permohonan agar semua pihak yang nantinya akan menyusun kurikulum tidak lepas dari 6(enam) isu penting permasalahan Dieng, karena 6 pilar tersebut merupakan kata kunci dari roadmap penyelamatan lingkungan kawasan Dieng tahun 2010-2015, enam pilar tersebut meliputi :
  1. Pengendalian pemanfaatan ruang sesuai peruntukan dan daya dukung kawasan
  2. Penumbuhan kembali kesadaran dan  modal sosial masyarakat (untuk berperilaku ramah lingkungan dalam pemanfaatan sumberdaya lahan), berbasis kearifan lokal
  3. Pengembangan sumber ekonomi yang tidak berbasis lahan
  4. Pengurangan risiko bencana melalui adaptasi dan mitigasi berbasis masyarakat
  5. Peningkatan kualitas keanekaragaman hayati serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim
  6. Penguatan peran dan pengembangan kolaborasi parapihak dalam mendukung Program pemulihan Dieng

Karena yang paling paham soal kurikulum adalah dikpora maka silahkan dikpora dan semua peserta yang hadir kali ini untuk membahas lebih tuntas, TKPD siap memberikan masukan dan referensi tekait dengan apapun yang dibutuhkan oleh peserta

Pembahasan lebih lanjut secara teknis dipandu oleh Faizi, S.Pd, M.Pd yang terlebih dahulu mengabsen keterwakilan dari semua unsur yang terkait dengan kurikulum, Sebelum diadakan pembahasan teknis, Riyono dan Dyah dua orang guru yang selama ini intens menangani pendidikan lingkungan di SMP I Mojotengah menyampaikan pengalaman dan Kurikulum/ bahan ajar yang sudah diterapkan disekolahnya.

Setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, akhirnya diskusi yang kemudian dilanjutkan oleh Eko premono sebagai fasilitator diskusi memutuskan beberapa hal penting sebagai bahan rencana tindak lanjut terkait dengan bahan ajar pendidikan lingkungan yang harapannya tidak hanya dilakukan di Kawasan Dieng akan tetapi dapat diterapkan di Semua sekolah yang ada di Wonosobo.

kesepakatan tindak lanjut untuk teknis penyusunan bahan ajar/ kurikulum atau sebutan lain adalah :
  1. Dikpora Kabupaten Wonosobo akan membentuk Tim Perumus Kurikulum dan Tim Pengkaji
  2. Tim Pengkaji akan terlebih dahulu melakukan kajian terhadap bahan ajar tentang pendidikan lingkungan yang saat ini sudah ada sejak tahun 2002 di kabupaten Wonosobo tapi belum pernah diterapkan
  3. Melakukan kajian terhadap kurikulum pendidikan lingkungan yang sudah diterapkan di SMP I Mojotengah yang merupakan hasil kerja dari Tim dari Kabupaten Wonosobo dan BLH provinsi jawa Tengah
  4. TKPD menyediakan buku-buku tentang pendidikan lingkungan sebagai referensi tambahan
  5. Selanjutnya Tim Perumus yang terdiri dari orang-orang yang kompeten dan ahli dibidangnya akan melakukan penyusunan kurikulum
  6. setelah kurikulum selesai kemudian akan dilakukan bedah kurikulum yang melibatkan TKPD dan pihak lain seperti dari UGM, jajang Agus Sonjaya misalnya yang telah berhasil melakukan kegiatan serupa di Segara Anakan.
  7. Implementasi kurikulum tersebut nantinya akan dilakukan secara integratif pada semua mata pelajaran yang ada.

Pada kesempatan yang sama Edy Riyanto praktisi budaya Kabupaten Wonosobo mengusulkan agar dilakukan inventarisasi dan penulisan mitos masyarakat desa dari 265 desa yang ada di Kabupaten Wonosobo yang nantinya dapat memperkaya bahan ajar untuk pendidikan lingkungan , mengingat hampir semua mitos tersebut memiliki nilai luhur dan selalu terkait dengan upaya penyelematan lingkungan di desa yang bersangkutan.

taf.savedieng.org
 
Menumbuhkan Enterpreunership Non lahan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Kamis, 29 Desember 2011 14:06

Salah satu cara yang dipandang tepat untuk terlaksananya proses penyelamatan lingkungan kawasan Dieng, adalah memberikan ketrampilan kepada masyarakat yang tidak berbasis lahan, hal ini setelah melihat data dan fakta bahwa rata-rata kepemilikan lahan masyarakat kawasan Dieng hanya 0,2 Ha yang harus digunakan untuk menghidupi anggota keluarga rata-rata 5 jiwa.

Dua desa yang saat ini sedang dalam dampingan TKPD yaitu Maron dan Slukatan, dengan difaslitasi oleh TKPD telah membentuk kelompok perempuan untuk konservasi yaitu Lembaga pengelola sampah desa Maron yang akan mengelola sampah menjadi rupiah dan Balai Perempuan desa slukatan yang akan melaksanakan usaha simpan pinjam konservasi. 

Untuk memperkuat aktifitas penguatan ekonomi desa guna mendukung konservasi,hari ini TKPD ( Tim Kerja Pemulihan Dieng ) menyelenggarakan tindak lanjut pelatihan bagi dua desa binaan yaitu desa Maron dan Desa Slukatan yaitu "Pelatihan Manajemen Usaha Ekonomi Produktif Desa Konservasi”. Aktifitas ini merupakan bagian dari Kegiatan “Rehabilitasi dan Konservasi Lahan di Kawasan Dieng”, melibatkan kelembagaan ekonomi masyarakat yang sudah berproses selama tahun 2011.

Tahapan pelatihan sebelumnya sudah dilaksanakan pada Hari Sabtu, 17 Desember 2011, dengan fokus penguatan ekonomi desa berbasis konservasi. Diharapkan, serial pelatihan ekonomi dan manajemen ini akan mendorong upaya desa model dalam penguatan ekonomi lokal sekaligus mendukung konservasi.

Bertempat di Aula Kecamatan Garung dari jam 08.00 s/d 17.30 WIB.Acara penting ini dihadiri oleh Lembaga pengelola sampah desa Maron - Garung dan Balai Perempuan Indah Lestari Desa Slukatan Kecamatan Mojotengah.

 

Pelatihan kali ini memang sangat padat dan peserta yang sebagian besar adalah kaum perempuan hanya memiliki sedikit waktu untuk istirahat,

beberapa materi yang disampaikan adalah :

  1. MEMBANGUN “ENTREPRENEURSHIP” PEREMPUAN   Ibu Normar Dinas Koperasi dan UMKM (Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah )
  2. TEORI DASAR PERKOPERASIAN DAN SIMPAN PINJAM PEREMPUAN    Bp. Wahana Dinas Koperasi dan UMKM (Kabid Koperasi)
  3. DAMPAK BAHAYA SAMPAH BAGI KESEHATAN DAN LINGKUNGAN (Bp Munawar Dinas Kesehatan)
  4. MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH YANG EFEKTIF DAN BERKELANJUTAN ( Dwi Yama SB Tim Teknis TKPD)
  5. PENGETAHUAN PERBANKAN DAN PRODUK JENIS LAYANAN PERBANKAN (Bank BRI Wonosobo)
  6. PRAKTEK PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN NON ORGANIK Bp. Suwondo dan IbuNunung (Badan LH dan Kelompok Perempuan binaan PKK )

Sampah menjadi topik mesanarik dalam pelatihan ini , karena semua peserta mendapat pengetahuan baru tentang lsampah dan para ahlinya dan pada sesi terakhir peserta mendapat pelatihan praktek membuat kerajian dari barang-barang bekas, bungkus plastik, kain perca dll yang selama ini dibuang dan me jadi masalah ternyata dapat diolah menjadi rupiah

taf//savedieng.org

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 29 Desember 2011 14:28 )
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Berikutnya > Akhir >>

Login Form