
Kesepakatan tersebut tersebut merupakan hasil diskusi tematik yang cukup panjang dan sudah dilakukan empat kali, peserta diskusi tematik tersebut difasilitasi TKPD dengan melibatkan Dewan Pendidikan, Praktisi Budaya, unsur pendidikan dan LSM,
Kegiatan yang difasilitasi dari kegiatan RKL tahun 2011 ini semakin mengerucut pada kesepahaman bersama bahwa pendidikan lingkungan sudah tidak dapat ditawar Wajib Dilaksanakan oleh Dinas pendidikan oleh dikpora Kabupaten Wonosobo dan lebih khusus lagu 4 kecamatan yang masuk dalam kawasan Dieng.
Hari ini pelaksanaan kegiatan yang ke Empat kalinya dan dilaksanakan dengan memilih tempat di Laboratorium SMP I Mojotengah, dengan alasan SMP I Mojotengah merupakan sekolah yang selama 2 tahun berturut - turut mendapat penghargaan adiwiyata ,karena sekolah ini sudah menerapkan pendidikan lingkungan untuk semua siswa.
Dwi Yama yang membuka acara diskusi tematik dengan unsur pendidikan ini, menyampaikan ada kewajiban dari kita semua untuk membantu pemulihan Dieng ,apalagi kalau melihat kondisi, data dan realita saat ini ,secara gamblang akan mengancam kehidupan bagi generasi mendatang, Pendidikan lingkungan merupakan salah satu cara membuka kesadaran bersama akan pentingnya kepedulian lingkungan khususnya kawasan Dieng yang harus diselamatkan.
Fahmi Hidayat sekretaris TKPD yang ikut aktif dalam diskusi tematik kurikulum pendidikan lingkungan ini menyampaikan permohonan agar semua pihak yang nantinya akan menyusun kurikulum tidak lepas dari 6(enam) isu penting permasalahan Dieng, karena 6 pilar tersebut merupakan kata kunci dari roadmap penyelamatan lingkungan kawasan Dieng tahun 2010-2015, enam pilar tersebut meliputi :
- Pengendalian pemanfaatan ruang sesuai peruntukan dan daya dukung kawasan
- Penumbuhan kembali kesadaran dan modal sosial masyarakat (untuk berperilaku ramah lingkungan dalam pemanfaatan sumberdaya lahan), berbasis kearifan lokal
- Pengembangan sumber ekonomi yang tidak berbasis lahan
- Pengurangan risiko bencana melalui adaptasi dan mitigasi berbasis masyarakat
- Peningkatan kualitas keanekaragaman hayati serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim
- Penguatan peran dan pengembangan kolaborasi parapihak dalam mendukung Program pemulihan Dieng
Karen

a yang paling paham soal kurikulum adalah dikpora maka silahkan dikpora dan semua peserta yang hadir kali ini untuk membahas lebih tuntas, TKPD siap memberikan masukan dan referensi tekait dengan apapun yang dibutuhkan oleh peserta
Pembahasan lebih lanjut secara teknis dipandu oleh Faizi, S.Pd, M.Pd yang terlebih dahulu mengabsen keterwakilan dari semua unsur yang terkait dengan kurikulum, Sebelum diadakan pembahasan teknis, Riyono dan Dyah dua orang guru yang selama ini intens menangani pendidikan lingkungan di SMP I Mojotengah menyampaikan pengalaman dan Kurikulum/ bahan ajar yang sudah diterapkan disekolahnya.
Setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, akhirnya diskusi yang kemudian dilanjutkan oleh Eko premono sebagai fasilitator diskusi memutuskan beberapa hal penting sebagai bahan rencana tindak lanjut terkait dengan bahan ajar pendidikan lingkungan yang harapannya tidak hanya dilakukan di Kawasan Dieng akan tetapi dapat diterapkan di Semua sekolah yang ada di Wonosobo.
kesepakatan tindak lanjut untuk teknis penyusunan bahan ajar/ kurikulum atau sebutan lain adalah :
- Dikpora Kabupaten Wonosobo akan membentuk Tim Perumus Kurikulum dan Tim Pengkaji
- Tim Pengkaji akan terlebih dahulu melakukan kajian terhadap bahan ajar tentang pendidikan lingkungan yang saat ini sudah ada sejak tahun 2002 di kabupaten Wonosobo tapi belum pernah diterapkan
- Melakukan kajian terhadap kurikulum pendidikan lingkungan yang sudah diterapkan di SMP I Mojotengah yang merupakan hasil kerja dari Tim dari Kabupaten Wonosobo dan BLH provinsi jawa Tengah
- TKPD menyediakan buku-buku tentang pendidikan lingkungan sebagai referensi tambahan
- Selanjutnya Tim Perumus yang terdiri dari orang-orang yang kompeten dan ahli dibidangnya akan melakukan penyusunan kurikulum
- setelah kurikulum selesai kemudian akan dilakukan bedah kurikulum yang melibatkan TKPD dan pihak lain seperti dari UGM, jajang Agus Sonjaya misalnya yang telah berhasil melakukan kegiatan serupa di Segara Anakan.
- Implementasi kurikulum tersebut nantinya akan dilakukan secara integratif pada semua mata pelajaran yang ada.
Pada kesempatan yang sama Edy Riyanto praktisi budaya Kabupaten Wonosobo mengusulkan agar dilakukan inventarisasi dan penulisan mitos masyarakat desa dari 265 desa yang ada di Kabupaten Wonosobo yang nantinya dapat memperkaya bahan ajar untuk pendidikan lingkungan , mengingat hampir semua mitos tersebut memiliki nilai luhur dan selalu terkait dengan upaya penyelematan lingkungan di desa yang bersangkutan.